Sabtu, 24 Oktober 2015

TIK DALAM PEMBELAJARAN



PERAN, FUNGSI DAN KOMPONEN TIK DALAM PEMBELAJARAN

BAB I
PENDAHULUAN

Teknologi informasi dan komunikasi telah berkembang seiring dengan globalisasi sehingga interaksi dan penyampaian informasi akan berlangsung dengan cepat. Pengaruh globalisasi ini dapat berdampak positif dan negatif pada suatu negara. Orang-orang dari berbagai negara dapat saling bertukar informasi, ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun, di lain pihak, hal ini menimbulkan digital-divide atau perbedaan mencolok antara yang mampu dan yang tidak mampu dalam akses penggunaan ICT[1].
Di era modern seperti sekarang ini perkembangan tekhnologi merupakan sebuah keharusan yang harus di ikuti oleh semua pihak dan seluruh komponen maasyarakat Indonesia. Seperti kita tahu pada tahun milenium ini banyak sekali penemuan-penemuan yang berbasis tekhnologi dan terus dikembangkan guna memenuhi kebutuhan khalayak banyak. Saat ini komputer bukan lagi merupakan barang mewah, alat ini sudah digunakan di berbagai bidang pekerjaan seperti halnya pada bidang pendidikan.
Pada awalnya komputer hanya dimanfaatkan di sekolah sebagai penunjang kelancaran pekerjaan bidang administrasi dengan memanfaatkan software Microsoft word, excel dan access. Dengan masuknya materi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam kurikulum baru akir-akir ini, maka peranan komputer sebagai salah satu komponen utama dalam TIK mempunyai posisi yang sangat penting sebagai salah satu media pembelajaran. Hal ini dilakukan pemerintah melalui Kemendiknas agar siswa dapat dan terbiasa menggunakan perangkat TIK secara tepat dan optimal untuk mendapatkan dan memproses informasi dalam kegiatan belajar, bekerja, dan aktifitas lainnya sehingga siswa mampu berkreasi, mengembangkan sikap imaginatif, mengembangkan kemampuan eksplorasi mandiri, dan mudah beradaptasi dengan perkembangan baru di lingkungannyaTeknologi pembelajaran terus mengalami perkembangan seiring perkembangan zaman.[2]
Saat ini teknologi informasi dan komunikasi sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat Indonesia, kemajuannya luar biasa terutama dalam bidang komputer baik desainernya maupun softwernya. Hampir setiap bulan para desainer, pabrikan, ahli dalam bidang teknologi komputer terus menerus mengadakan penelitian dan pengembangan teknologi. Bangsa Indonesia yang semakin besar tidak luput dari kemajuan teknologi informasi ini, walapun pada umumnya berada pada tataran konsumen/pemakain yang kalah jauh dari negara tetangga yang sudah masuk pada tataran desainer teknologi dan produsen komponen-komponen informasi teknologi informasi terutama bidang computer.[3]
Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik.
Revolusi informasi global telah berhasil menyatukan kemampuan komputasi, televisi, radio dan telefoni secara terintegrasi. Hal ini juga merupakan hasil dari suatu kombinasi revolusi di bidang komputer personal, transmisi data dan kompresi, lebar pita (bandwidth), teknologi penyimpanan data (data storage) dan penyampai data (access) integrasi multimedia dan jaringan komputer. Konvergensi (keadaan menuju satu titik pertemuan)[4]  dari revolusi teknologi tersebut telah menyatukan berbagai media, yaitu suara (voice, audio), video, citra (image) grafik dan teks (Adi Sasono, 2000).[5]

BAB II
PEMBAHASAN

A.           Pengertian Teknologi Informasi dan komonikasi (TIK)
Sebelum menjelaskan tentanag Pengertian Teknologi Informasi dan komonikasi (TIK) terlebih dahulu dijelaskan tentang : Pengetian Teknologi (Technology), Menurut Abuddin Nata “Teknologi terdiri dari kata technique dan logie. Technique secara harfiah berarti rancangan bangun tentang sesuatu, sedangkan logie berarti ilmu pengetahuan. Dengan demikian Teknologi secara harfiah adalah ilmu tentang teknik”. [6]
   Menurut Sharon E. Smaldino dkk “ Teknologi berasal dari bahasa Yunani Technologia. Techne artinya kemampuan dan logia artinya ungkapan. Jadi teknologi merupakan istilah yang luas berkaitan dengan pemanfaatan dan pengetahuan tentang perkakas dan keterampilan”. [7]
Menurut Abuddin Nata Teknologi adalah perpaduan antara teknik dan ilmu pengetahuan, atau penggunaan teori-teori ilmu pengetahuan dalam rancang bangun tentang sesuatu. Dengan demikian sebuah  teknologi  mesti diawali dengan ilmu pengetahuan (sains). Semakin berkembang sains, semakin berkembang pula teknologi.[8]        
   Menurut Rois Mahfud, Teknologi adalah penerapan ilmu pengetahuan dalam bentuk alat atau wahana kehidupan. Teknologi merupakan produk sains atau ilmu pengetahuan. Dengan teknologi sesuatu yang sulit akan mudah, sesuatu yang mustahil dilakukan akan menjadi mungkin. Teknologi selain merupakan aktualitas ilmu, juga sebagai wujud peradaban manusia dalam setiap zamannya. Teknologi yang dihasilkan oleh suatu bangsa tidak selalu sama dengan yang dihasilkan oleh bangsa yang lainnya. Semakin tinggi kepedulian  suatu bangsa terhadap pengembangan ilmu, semakin tinggi juga pencapaian teknologinya. [9]
            Menurut Hamzah B.Uno dkk Teknologi adalah penerapan secara sistemis dan sistematis konsep-konsep ilmu perilaku dan ilmu-ilmu yang bersifat fisik serta pengetahuan lain untuk keperluan pemecahan masalah. [10]
Istilah komunikasi berasal dari perkataan latin "communicatio" yang berarti "pemberitahuan" atau "pertukaran pikiran". Istilah communicatio bersumber dari kata "communis" yang berarti "sama". Yang dimaksud sama adalah sama makna. Jika tidak terjadi kesamaan makna antara orang-orang yang terlibat dalam komunikasi, maka sesungguhnya komunikasi tidak berlangsung. [11]
   Komunikasi dapat didefinisikan sebagai proses di mana seseorang, kelompok atau organisasi (the sender) menyampaikan informasi (the message) kepada orang, kelompok atau organisasi lainnya (the reciever) (Baron dan Greenberg, 1990: 334). Kotter (1977) dikutip oleh Stoner dan Freenaan (1992: 532) memberikan definisi bahwa "Communication is a process consisting of a sender trans­mitting a message to a reciever who responds".
           Dari dua pengertian di atas, dapat diambil pengertian bahwa di dalam komunikasi terdapat tiga unsur esensial, yakni penyampai pesan, pesan/informasi dan penerima pesan. Satu saja dari tiga unsur ini yang hilang, maka juga tidak terjadi komunikasi. Di samping itu, terkandung maksud suatu proses yang hendak mempengaruhi sikap dan perbuatan orang lain agar orang itu mau berbuat sesuai dengan pesan yang diterima. Di lembaga-lembaga pendidikan formal, proses ini diperlukan untuk melaksanakan tugas-tugas dan fungsi-fungsi administrasi  seperti perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan dan pengawasan”. [12]
Menurut Mckeown (dalam Suyanto) Teknologi Informasi adalah merujuk pada seluruh bentuk teknologi yang digunakan untuk menciptakan, menyimpan, mengubah, dan menggunakan informasi dalam segala bentuknya.
            Martin, Brown, DeHayes, Hoffer, perkis (dalam Suyanto) menegaskan bahwa teknologi informasi merupakan kombinasi teknologi komputer ( perangkat keras dan perangkat lunak) untuk mengolah dan menyimpan informasi dengan teknologi komunnikasi untuk melakukan transmisi informasi.[13] Dari definisi tersebut diatas  ada dua hal yang penting, yaitu teknologi komputer dan teknologi komunikasi.
            Teknologi komunikasi atau teknologi telekomunikasi terdiri dari system dan peralatan elektromagnetis untuk berkomunikasi jarak jauh. Misanya telepon, radio, televisi dan TV kabel. Dengan adanya gabungan antara teknologi computer dan teknologi telekomunikasi maka orang dapat go online di internet. Online berarti penggunaan computer atau peralatan informasi yang dihubungkan lewat sebuah jaringan untuk mengakses informasi dan jasa dari peralatan informasi atau computer lain.[14]   Dewa Salma Prawiradilaga dan Eveline Siregar menegaskan bahwa telekomunikasi itu adalah komunikasi jarak jauh (tele = jauh), dengan perantaraan media elektromagnetik. Dalam keseharian telekomunikasi dikenal dengan telepon , telegraf, teleks, dan faximile (faks). [15]      
Kenneth C. Laundon dan Jane P. Laudon menjelaskan bahwa Teknologi Informasi adalah satu dari banyak alat yang digunakan manajer untuk menghadapi perubahan. Peranti keras computer (computer hadware) adalah peralatan fisik yang digunakan untuk kegiatan input, pemrosesan, dan output dalam sebuah system informasi. Peranti lunak komputer (computer software) terdiri atas detail instruksi program yang mengawasi dan mengoordinasikan komponen peranti dalam  sebuah system informasi.
Kenneth C. Laundon dan Jane P. Laudon menjelaskan bahwa Teknologi Telekomunikasi dan jaringan (networking and telecommunications technology) adalah terdiri atas perangkat fisik dan peranti lunak, menghubungkan berbagai macam peranti keras dan memindahkan data dari satu lokasi fisik ke lokasi lainnya. Perangkat komunikasi dan computer dapat dihubungkan dalam jaringan untuk berbagi suara, data, gambar, bunyi, dan video. Jaringan (networking) menghubungkan dua atau lebih komputer untuk berbagi data atau sumber daya seperti printer. [16]
B.            Peran dan Fungsi TIK dalam Pembelajaran
            Teknologi Informasi dan Komunikasi mempunyai peran sentral dalam upaya mengembangkan pendidikan atau pembelajaran, baik itu proses pendidikan formal maupun pelatihan. Teknologi informasi dapat berperan dalam pendidikan jarak jauh, seperti Universitas Terbuka, pemanfaatan teknologi informasi mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan memperluas jangkauan akses layanan pendidikan. Selain itu, penerapan teknologi informasi komunikasi peningkatan kualitas pendidikan melalui pelatihan guru dan dosen secara nasional.
   Diharapkan dengan penggunaan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat terjadi. Selaian itu, proses pembelajaran akan lebih efektif karena penggunaan media pembelajaran memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru dan peserta didik seperti hambatan fisiologis, psikologis, kultural, dan lingkungan. Para peneliti menemukan bahwa ada berbagai cara peserta didik dalam memproses informasi belajar yang bersifat unik. Sebagian siswa lebih mudah memproses informasi belajar secara visual, sebagian lain lebih mudah memproses informasi melalui suara (auditorial), dan sebagian lain lebih mudah memproses informasi belajar dengan cara melakukan sentuhan/praktek langsung atau kinestetik (Bobby DePorter & Mike Hernacki, 1999).[17]
Teknologi Informasi Komunikasi dapat digunakan untuk memudahkan kerjasama antara pakar dan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik. Dahulu seseorang berjalan jauh untuk menemui seorang pakar untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal itu bisa dilakukan dari rumah dengan mengirim e-mail. Makalah dan peneliti dapat dilakukan dengan saling tukar-menukar data melalui internet, e-mail, facebook, tweeter, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharing. Ada juga pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi sebagai sarana pembelajaran di Sekolah:
1.             E-Learning
E-Learning merupakan teknologi dapat digunakan sebagai sarana belajar yang efektif, proses belajar menggunakan Teknologi Internet disebut E-Learning (Electronic Learning). E-Learning merupakan evolusi penyampaian pembelajaran dengan penggunaan Teknologi Internet, belajar melalui teknologi Internet lebih efektif karena informasi di Internet lebih jelas dan lengkap.
2.             E-Book
E-Book adalah fasilitas elektronik yang memungkinkan siswa mencari koleksi buku di perpustakaan elektronik.
3.             Teleconference atau Video Conference
Adalah sebuah fasilitas pembelajaran menggunakan teknologi komunikasi, yaitu tatap muka dengan video, fasilitas pembelajaran ini memerlukan biaya yang cukup besar.
Selain itu, pengaplikasian Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam pembelajaran yang bisa dilakukan oleh Sekolah antara lain:
1.        Presentasi.
       Presentasi adalah cara pembelajaran yang menggunakan OHP atau chart. Peralatan yang digunakan adalah komputer/laptop dan LCD proyektor. Software yang paling banyak digunakan untuk presentasi adalah Microsoft Office PowerPoint.
2.        Demonstrasi.
Demonstrasi biasanya digunakan untuk menampilkan suatu kegiatan di depan kelas. Sehingga dengan cara ini siswa bisa diarahkan untuk melakukan kegiatan dengan benar dan megambil kesimpulan dari kegiatan tersebut.


3.        Virtual Experiment.
Virtual Experiment adalah kegiatan laboratorium yang dipindahkan di depan komputer melalui suatu software, sehingga siswa bisa melakukan sebuah percobaan dengan mudah.
4.        Kelas Virtual.
Kelas Virtual adalah sebuah program pembelajaran dimana siswa dapat belajar mandiri di web, misalnya menggunakan moodle. Pada kelas ini siswa akan mendapatkan materi, tugas, dan test secara online.[18]
Fungsi TIK di dalam dunia pendidikan diantaranya adalah:
1.      TIK berfungsi sebagai gudang ilmu pengetahuan, dapat berupa referensi berbagai ilmu pengetahuan yang tersedia dan dapat diakses melalui fasilitas TIK, pengelolaan pengetahuan, jaringan pakar, jaringan antara institusi pendidikan, dll.
2.      TIK sebagai alat bantu pembelajaran dapat berupa alat bantu mengajar bagi guru, alat bantu belajar bagi siswa, serta alat bantu interaksi antara guru dengan siswa.
3.      TIK sebagai fasilitas pendidikan dan sumber bahan balajar di sekolah dapat berupa pojok internet, perpustakaan digital, kelas virtual, lab multimedia, papan elektronik, dll.
4.      TIK sebagai penunjang administrasi.
5.      TIK sebagai alat bantu manajemen sekolah.
6.      TIK Sebagai Infrastruktur Pendidikan.[19]
7.      TIK sebagai keterampilan (skill) dan Kompetensi
8.      TIK sebagai sistem pendukung keputusan
Dengan demikian peran dan fungsi teknologi informasi sebagai media pembelajaran melalui pemanfaatan internet dalam e-learning maupun penggunaan computer sebagai media interaktif  lainnya. Diharapkan dengan penggunaan media ini dapat merangsang pikiran, perasaan, minat serta perhatian peserta didik sedemikian rupa sehingga proses pembelajaran dapat terjadi. Selaian itu, proses pembelajaran akan lebih efektif karena penggunaan media pembelajaran memungkinkan teratasinya hambatan dalam proses komunikasi guru-peserta didik seperti hambatan fisiologis, psikologis, kultural, dan lingkungan.
Para peneliti menemukan bahwa ada berbagai cara peserta didik dalam memproses informasi belajar yang bersifat unik. Sebagian siswa lebih mudah memproses informasi belajar secara visual, sebagian lain lebih mudah memproses informasi melalui suara (auditorial), dan sebagian lain lebih mudah memproses informasi belajar dengan cara melakukan sentuhan/praktek langsung atau kinestetik.[20]
C.       Komponen TIK dalam Pembelajaran
Dalam mempelajari TIK tentunya tidak akan terlepas dari kegiatan yang yang berhubungan dengan perangkat computer. Perangkat computer jika kita pelajari secara mendalam maka akan ditemukan berapa bagian yang saling berhhubungan antara satu dengan yang lain. Komponen yang perlu dijelaskan sebagai bagian dari belajar TIK antara lain:
1.      Hardware (Perangkat Keras)
Pengertian dari hardware atau dalam bahasa Indonesia-nya disebut juga dengan nama “perangkat keras” adalah salah satu komponen dari sebuah komputer yang sifat alatnya bisa dilihat dan diraba secara langsung atau yang berbentuk nyata, yang berfungsi untuk mendukung proses komputerisasi. Secara fisik, komputer terdiri dari beberapa komponen yang merupakan suatu sistem. Sistem adalah komponen-komponen yang saling bekerja sama membentuk suatu kesatuan. Apabila salah satu komponen tidak berfungsi, akan mengakibatkan tidak berfungsinya proses-proses yang ada di komputer dengan baik. Diantara perangkat keras dalam computer adalah: keyboard, mouse, printer, monitor, UPS, harddisk, scanner, memory (RAM), prosesor, motherboard, spiker, DVD/CD ROM, power suply dan lain-lain.[21]

2.     Software (Perangkat Lunak)
Nama lain dari Software adalah perangkat lunak. Disebut sebagai perangkat lunak, karena memang  sifatnya pun berbeda dengan jika dibandingkan dengan perangkat keras. Komponen yang dapat dilihat dan disentuh oleh secara langsung manusia, maka software atau perangkat lunak tidak dapat disentuh dan dilihat secara fisik, software memang tidak tampak secara fisik dan tidak berwujud benda namun bisa untuk dioperasikan.Perangkat Lunak adalah adalah sekumpulan data elektronik yang disimpan dan diatur oleh komputer, data elektronik yang disimpan oleh komputer itu dapat berupa program atau instruksi yang akan menjalankan suatu perintah. Diantara komponen perangkat lunak itu adalah Bahasa pemrograman (Basic, Cobol, Pascal, C++, Fortran), Sistem Operasi (DOS, Unix, Windows 95, IMB OS/2, Apple’s System LINUX, UNIX , MACINTOSH, FREE BSD), dan juga utility.[22]
D.    Keuntungan dan kerugian TIK
Setiap perkembangan yang terjadi, pasti akan berdampak positif dan juga negatif terhadap manusia. Tidak terkecuali teknologi informasi dan komunikasi, berbagai sektor sangat terbantu dengan penemuan- penemuan yang ada, namun kerugian- kerugian juga muncul dari hal ini. Kejadian ini sebenarnya tergantung dari user yang memanfaatkannya. Berikut ini adalah keuntungan dari teknologi Informasi dan komunikasi :
1. Membantu mempercepat pekerjaan manusia.
2. Mempermudah komunikasi jarak jauh.
3. Mempermudah sistem administrasi
4. Mempermudah proses transaksi keuangan
Selain keuntungan yang diperoleh dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, juga muncul kerugian atau efek negatifnya, yaitu antara lain :
1. Komunikasi menjadi hampa
2. Penyalahgunaan untuk tindakan kriminal dan asusila
3. Penyalahgunaan untuk pencurian keuangan
4. Munculnya perilaku individualisme, ketergantungan dan  egois
5. Manusia menjadi malas beraktifitas[23]
 Selain itu Dampak negatif dari pemakaian TIK adalah cyber crime yaitu kejahatan yang dilakukan seseorang dengan sarana internet, bentuknya seperti Hacking, Cracking.Pornografi :internet adalah informasi yang sangat mudah kita dapatkan,terutama pornografi yang sangat merajalela dan bisa diakses oleh siapapun dan dimanapun.Dengan mudahnya pornografi diakses,maka berakibatkan seseorang untuk bertindak kriminal.Perjudian,Penipuan dll[24].













BAB III
PENUTUP

SIMPULAN
Pendidikan merupakan hal yang paling fundamental yang harus dimiliki oleh manusia. Pendidikan akan menjadikan manusia berkarakter dan bermartabat dalam hidupnya. Dewasa ini pendidikan telah mengalami peningkatan yang cukup pesat, salah satunya dengan digunakannya teknologi informasi dan komunikasi(TIK) dalam dunia pendidikan. Hal ini dikarenakan TIK banyak sekali memberi manfaat dalam proses pembelajaran, yaitu penyampaian materi dari pengajar ke peserta didik yang lebih mudah. Dengan adanya TIK dalam dunia pendidikan, menjadikan pembelajaran tidak monoton, kreatif dan inovatif. Dengan digunakannya teknologi informasi dalam penyampaian materi pembelajaran, menjadikan pengajar dan peserta didik lebih banyak rekreasi dalam dunia teknologi, membuka wawasan semakin luas dengan dunia teknologi seperti adanya internet yang memudahkan siswa untuk menelusuri segala hal yang ingin diketahui mengenai dunia.
Pemanfaatan TIK harus didukung dengan seperangkat pengetahuan tentang adanya computer sebagai sarana utama. Seperangkat computer yang terdiri antara lain perangkat keras (hardware) dan juga perangkat lunak (shaftware) dan juga seperangkat jaringan (network).
Dalam pemanfatan TIK yang begitu besar dan penting menjadikan kemudahan bagi para pemakainya, namun begitu tidak sedikit juga resiko bagi orang yang menyalahgunakan TIK karena akan menyesatkan atau menjerumuskan diri pada hal – hal yang tidak baik yang bisa merugikan dirinya maupun orang lain.





DAFTAR PUSTAKA

Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam dengan Pendekatan Multidisipliner: Normatif, Perenialis, Sejarah, Filsafat, Psikologi,Sosiologi, manajemen, Teknologiu, Informasi, Kebudayaan, Politik , Hukum, Rajawali Press, Jakarta : 2009)
Bobby DePorter & Mike Hernacki Quantum Learning. Kaifa, Jakarta: 1999. 
Depdiknas, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta, 2008
Dewa Salma Prawiradilaga dan Eveline Siregar, Mozaik Teknologi Pendidikan, Prenada Media, Jakarta : 2004 Cet.I,
Hamzah B. Uno dkk,  Desain Pembelajaran, ( Bandung : MQS Publishing, Cet.I, 2010)
Husnul Yaqin, Kapita Selekta Administrasi dan Manajemen Pendidikan, Banjarmasin, Kalimantan selatan: Antasari Fress, cet. II, 2011
Kenneth C. Laundon dan Jane P. Laudon, Management Information System/Sistem Informasi Manajemen perjemah Chriswan Sungkono dan Machmudin Eka P. Salemba Empat, Jakarta : 2011 Cet.X
Rois Mahfud, Al-Islam Pendidikan Agama Islam, Erlangga, Jakarta, 2011
Rusman, Seri Manajemen sekolah, Model-model pembelajaran mengembangkan  profesionalisme guru, Raja Grafinda persada, Jakarta, 2014 cet. 5
Sharon E. Smaldino dkk,  penerjamah Arif Rahman, Instructional Technologi,
Siahaan,  Sudirman, Pemanfaatan Teknologi Informasi Dan Komunikasi (Tik) Dalam  Pembelajaran, Pustekom, Diknas, 2009
Suyanto, M.,  Pengantar Teknologi Informasi untuk Bisnis, Yogyakarta: Andi, 2005
Warsita, Bambang: Teknologi Pembelajarandan Aplikasinya, Rineka Cipta, Jakarta. 2008




[1] Rusman, Seri Manajemen sekolah, Model-model pembelajaran mengembangkan profesionalisme guru, Raja Grafinda persada, Jakarta, 2014 cet. 5  h. 285
[4] Depdiknas, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta, 2008
[5] Warsita, Bambang: Teknologi Pembelajarandan aplikasinya, Rineka Cipta, Jakarta. 2008 h.
[6] Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam dengan Pendekatan Multidisipliner: Normatif, Perenialis, Sejarah, Filsafat, Psikologi,Sosiologi, manajemen, Teknologiu, Informasi, Kebudayaan, Politik , Hukum, ( Jakarta : Rajawali Pres, 2009),  hlm. 243-244.
[7] Sharon E. Smaldino dkk,  penerjamah Arif Rahman, Instructional Technologi
           [8] Abuddin Nata, Ilmu Pendidikan Islam dengan Pendekatan Multidisipliner: Normatif, Perenialis, Sejarah, Filsafat, Psikologi,Sosiologi, manajemen, Teknologiu, Informasi, Kebudayaan, Politik , Hukum, ( Jakarta : Rajawali Pres, 2009),  hlm. 243-244.
          [9] Rois mahfud, Al-Islam Pendidikan Agama Islam, (Erlangga, 2011), hlm. 178
[10] Hamzah B. Uno dkk, Desain Pembelajaran, ( Bandung : MQS Publishing, Cet.I, 2010) hlm. 93
[11] Husnul Yaqin, Kapita Selekta administrasi dan Manajemen Pendidikan, (Banjarmasin, Kalimantan selatan: Antasari Fress, cet. II, 2011), hlm. 88
[12] Ibid
[13] M. Suyanto,  Pengantar Teknologi Informasi untuk Bisnis, (Yogyakarta: Andi, 2005), hlm. 2005.
               [14] Ibid, hlm. 11
[15] Dewa Salma Prawiradilaga dan Eveline Siregar, Mozaik Teknologi Pendidikan, ( Jakarta : Prenada Media, Cet.I, 2004), hlm. 234.
[16] Kenneth C. Laundon dan Jane P. Laudon, Management Information System/Sistem Informasi Manajemen perjemah Chriswan Sungkono dan Machmudin Eka P. (Jakarta : Salemba Empat, Cet.X, 2011), hlm. 21
[17] Bobby DePorter & Mike Hernacki Quantum Learning. Kaifa, Jakarta: 1999. 
[19] Siahaan,  Sudirman, pemanfaatan Teknologi informasi dan Komunikasi (TIK) Dalam  pembelajaran, Pustekom, Diknas, 2009 h.18
[20] Bobby DePorter & Mike Hernacki Quantum Learning. Kaifa, Jakarta: (1999). 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar